Contoh Teori Piaget
·
Tahap pertama:
sejak bayi lahir sampai berusia dua tahun dia masih diklasifikasikan tahap
pertama.
Contoh:
§ Bayi hanya akan menangis ketika apa yang dia inginkan
tidak dituruti, dia belum bisa berpikir alasannya mengapa yang dia inginkan
tidak dituruti.
§ Sang anak menirukan cara makan ayahnya, baik dari cara
memegang sendok, cara mengunyah dan gerak tubuh lainnya.
·
Tahap kedua: ketika
anak berusia dua sampai tujuh tahun, dia mulai
melukiskan dunia dengan kata-kata dan gambar-gambar. Juga mulai muncul pemikiran
egosentrisme, animisme, intuitif ,
dan mulai berimajinasi yang tidak sesuai logika.
Contoh:
o Animisme, seperti seorang anak mengatakan,
“pohon itu kok bisa bergoyang-goyang
mendorong daunnya sehingga daunnya
jatuh.”
o Saat anak disuruh menggambar oleh guru mereka, dia akan
mulai menggambarkan apa yang ada dalam imajinasinya.
o Seorang anak berimajinasi menjadi putri yang cantik,
berambut panjang, memakai gaun indah dan sepatu kaca seperti Cinderella yang
ada dalam dongeng.
·
Tahap ketiga: berlangsung dari usia tujuh hingga sebelas tahun, merupakan tahap ketiga
piaget. Pada tahap ini anak dapat melakukan penalaran logis.
Contoh:
o Anak bisa membedakan ukuran besar kecilnya benda dan
sudah bisa mengurutkan ukurannya baik dari yang terkecil hingga terbesar
ataupun sebaliknya.
·
Tahap keempat:
ketika anak berusia sebelas tahun hingga dewasa, merupakan tahap
keempat dan terakhir dari piaget. Pada tahap ini, individu sudah memiliki
kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik
kesimpulan dari informasi yang tersedia.
Contoh:
o Ketika ada buah jatuh dari atas pohon seorang anak sudah
bisa berpikir kalau buah tersebut jatuh ke bawah karena adanya gaya gravitasi
bumi, bahkan dia sudah bisa menelitinya secara ilmiah.
o Ketika hujan turun individu dalam tahap ini sudah bisa
mengklasifikasikan ke dalam jenis hujan tertentu sesuai ilmu geografi bab
hidrologi dan dia juga sudah bisa mengerti bagaimana proses terjadinya hujan,
dia sudah tidak berpikir bahwa hujan itu turun karena langit menangis.
Kesimpulan Teori Piaget
1.
Teori Piaget
mengenai perkembangan kognitif mendefinisikan kembali intelegensi, pengetahuan, dan hubungan dengan
lingkungannya.
2.
Perkembangan
kognitif mempunyai empat aspek yaitu kematangan, pengalaman, interaksi social, dan ekuilibrasi.
3.
Menurut Piaget, setiap organisme hidup cenderung untuk melakukan
adaptasi dan organisasi. Dalam proses adaptasi dan organisasi terdapat empat konsep dasar yaitu skema, asimilasi, akomodasi, dan ekuilibrasi.
4.
Skema adalah struktur
kognitif yang digunakan organisme untuk mengadaptasi diri terhadap
lingkungannya dan menata lingkungan itu secara intelektual.
5.
Asimilasi adalah proses yang digunakan seseorang untuk
mengintegrasikan bahan persepsi baru atau stimulus baru ke dalam skemata atau pola perilaku yang sudah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar